RSS
Write some words about you and your blog here

Teori Fungsionalis dan Marxis: lingkunganlah yang membuat wanita lemah

Teori-teori Freduian secara tidak langsung mengatakan bahwa pembagian kerja secara seksual merupakan akibat wajar dari”kodrat wanita” itu sendiri, yang membuat wanita kurang akttif dibandingkan laki-laki, kurang memiliki keinginan untuk berkuasa karena keinginannya yang paling utama adalah menjadi ibu.

Teori fungsionalis berpendapat bahwa pembagian kerja secara seksual merupakan kebutuhan masyarakat dan diciptakan untuk keuntungan seluruh masyarakat itu sebagai keseluruhan.Teori ini berpendapat bahwa wanita harus tinggal didalam lingkungan rumah tangga karena ini merupakan pengaturan yang paling baik dan berguna bagi keuntungan masyarakat secara keseluruhan. Karena itulah Murdock mengatakan bahwa
“keluarga inti merupakan pengelompokan manusia yang paling universal, terdapat di segala tempat dan segala jaman”
Meskipun bentuknya sedikit berbeda-beda. Keluarga inti juga diperkuat oleh faktor-faktor lain seperti:
“kerja sama ekonomi yang didasarkan pada pembagian kerja secara seksual.Seperti juga halnya dengan hubungan seksual, kerja sama ekonomi lebih baik bila dilakukan oleh orang-orang yang tinggal bersama, karena dengan begitu mereka jadi saling melengkapi. Kepuasan yang satu akan memuaskan yang
lainnya, dan karena itu akan saling memperkuat”. (Murdock, 1964:41).

Talcot Parson tokoh dari aliran fungsionalis di amerika serikatmengatakn bahwa wanita harus bekerja didalam rumah tangga, maka ditiadakan kemungkinan terjadinya persaingan antara suami dan istri. Pembagian kerja secara seksual memperjelas fungsi suami dan isteri dalam keluarga inti, dan ini memberikan rasa tenang bagi keduanya.Kritik terhadap teori dilancarkan oleh kaum marxis.

Teori fungsionalis
menganggap bahwa keserasian (harmoni) dalam masyarakat adalah sesuatu yang terberi secara wajar.keserasian itu juga perlu dan berguna bagi keseluruhan masyarakat itu sendiri. Menurut kaum marxis, keserasian dalam masyarakat bukan merupakan sesuatu yang terberi, tapi buatan manusia. Dan pembagian kerja secara seksual bias bertahan lama bukan karena itu merupakan sesuatu yang wajar dan alamiah, tapi karena laki-laki masih berkuasa. Engels dalam bukunya ,the origin of the family , private property and the state secara tidak langsung berbicara tentang asal mula pembagian kerja secara seksual ini. Dia berbicara tentang hubungan bentuk masyarakat dan bentuk keluarga.

Engels menolak toeri kaum fungsionalis yang mengatakan bahwa keluarga inti merupakan bentuk keluarga yang universal, ada di segala tempat dan segala waktu. Menurut engels, tergantung pada bentuk masyarakatnya, bentuk keluarga juga berubah-ubah dan perkawinan kelompok terdapat pada masyarakat yang masih liar(savagery). Engels berpaling pada teori muncul akibat munculnya system pemilikan kekayaan pribadi berupa harrta benda. Harta benda tak diwariskan karena tak ada harta benda yang bias dikumpulkan. Milik pribadi seperti alat-alat berburu dan pakaian sering kali dihancurkan kalau pemiliknya meninggal dunia(freud, 1975:15).

0 komentar:

Poskan Komentar